Merekalah yang haji dan umrahnya dapat dibadalkan:
1.Mereka yang telah wafat dalam keadaan Islam.
"Seorang lelaki datang kepada Rasulullah s.a.w.
berkata "Ayahku meninggal, padahal dipundaknya ada tanggungan haji Islam,
apakah aku harus melakukannya untuknya? Rasulullah menjawab "Apakah kalau
ayahmu meninggal dan punya tanggungan hutang kamu juga wajib membayarnya ?
"Iya" jawabnya. Rasulullah berkata :"Berhajilah untuknya".
(H.R. Dar Quthni)
2.Mereka yang secara fisik lemah
“Hadist riwayat Ibnu Abbas "Seorang perempuan dari
kabilah Khats'am bertanya kepada Rasulullah, "Wahai Rasulullah ayahku
telah wajib Haji tapi dia sudah tua renta dan tidak mampu lagi duduk di atas
kendaraan apakah boleh aku melakukan ibadah haji untuknya?" Jawab
Rasulullah "Ya, berhajilah untuknya" (H.R. Bukhari Muslim dll.)
3.Mereka yang bernazar namun kedahuluan wafat
Hadist riwayat Ibnu Abbas " Seorang perempuan dari
bani Juhainah datang kepada Rasulullah s.a.w. bertanya "Rasulullah!, Ibuku
pernah bernadzar ingin melaksanakan ibadah haji, hingga beliau meninggal
padahal dia belum melaksanakan ibadah haji tersebut, apakah aku bisa menghajikannya?.
Rasulullah menjawab "Hajikanlah untuknya, kalau ibumu punya hutang kamu
juga wajib membayarnya bukan? Bayarlah hutang Allah, karena hak Allah lebih
berhak untuk dipenuhi" (H.R. Bukhari & Nasa'i).
0 komentar:
Posting Komentar