iklan banner 250x250

Raudhah: Taman Syurga

Raudhah? Pasti nama itu melekat dalam ingatan para jamaah haji dan umrah. Sebauh bagian dari masjid Nabawi yang ditandai dengan karpet berwarna hijau. Letaknya pas di bawah kubah hijau mesjid Nabawi.

Ekspedisi Gua Hira

Mekkah, 10/11 | Kemenag.go.id—Setelah delapan hari di Mekah, saya dan enam rekan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Daerah Kerjker Mekah berkesempatan berziarah ke Gua Hira di Jabal Nur.

Rahasia Masjid Quba

Masjid Quba adalah mesjid yang dibangun atas dasar takwa (Surat At Taubah:108). Ia adalah masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah saw. pada tahun 1 Hijriyah atau 622 Masehi di Quba, sekitar 5 km di sebelah tenggara kota Madinah.

Kisah Nyata: Tukang Becak Naik Haji

Kaskus.Co.Id | Warga Rw 02 Rt 02 Kelurahan Pabean Pekalongan Utara, Tholib (53) alias Carub yang berprofesi tukang becak, berhasil mengumpulkan uang selama 25 tahun, hingga mencapai Rp 42 juta...

Kemana Anda Dapat Membadalkan Haji?

Hal yang paling penting sebelum anda mewakilkan badal haji dan umrah kepada orang lain, maka lihat dan periksalah terlebih dulu, apakah yang bersangkutan itu dapat menjaga amanah.

Tampilkan postingan dengan label Umrah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Umrah. Tampilkan semua postingan

Nikmatnya Berbuka Umroh Paket Hemat Shafira


Dua masa yang paling dinanti dan menjadi kebahagiaan bagi orang yang berpuasa adalah di saat mereka akan berbuka dan di saat mereka akan berjumpa langsung dengan Alllah swt. Demikian keutamaan bagi orang yang berpuasa menurut Nabi Muhammad saw.
Hal ini berlaku bagi semua muslimin di mana pun. Demikian juga bagi mereka yang sedang menjalankan ibadah umrah di bulan suci Ramadhan. Panas terik yang semakin menyengat, membakar tenggorkan dan membuat perut mudah keroncongan, maka saat berbuka menjadi saat yang paling istimewa.
Bagi jamaah umroh Shafira yang memilih paket hemat, pada bulan Ramadhan tahun ini sangat beruntung. Sebab, mereka mengeinap di Hotel Elaf Mashaer yang membuat program menu berbuka yang sangat mewah dan istimewa.
Selain menu pembuka dengan berbagai macam panganan sayur dan salad beraneka warna, menu utama juga tak kalah menarik dan nikmat. Bagi yang suka menu khas Timur Tengah pasti serasa sangat dimanjakan. Ada juga menu nikmat bagi mereka yang tak suka dengan kuliner Arab.
Jamaah umroh Shafira sangat menikmati umroh Ramadhan mereka. Paketnya hemat, ibadah nikmat, hotel dekat, pembimbingnya telaten dan akrab, dan menu kulinernya itu loh... hem... tak terlupakan! Lihat videonya berikut ini.


Muzdalifah: Persinggahan Mulia

Rumahallah.com | Muzdalifah merupakan tempat di mana jamaah hajii diperintahkan untuk singgah dan bermalam setelah bertolak dari Arafah pada malam hari. Muzdalifah terletak antara Ma’zamain (dua jalan yang memisahkan dua gunung yang saling berhadapan) Arafah dan lembah Muhassir, Ma,’zim Arafah merupakan jalan sempit pembatasan ini di nyatakan oleh sejumlah ulama, antara lain As-Syafi’i di dalam bukunya, al-Umm dia mengatakan “Muzdalifah adalah Ma’zamain Arafah hingga perbatasan Muahassir yang mencakup semua tempat di sisi kanan dan kiri , depan dan belakang, jalan disela-sela bukita dan pepohonan.

Ada beberapa pendapat yang berbeda tentang alasan penamaan, diantaranya ada yang menyebutkan  “Muzdalifah” berasal  dari kata izdilaf yang berarti perkumpulan. Dalam Al-Qur’an dikatakan “Disanalah kami dekatkan golongan yang lain “. Ada pula yang mengatakan izdilaf yang artinya mendekat, karena merupakan tempat mendekatkan diri kepada Allah SWT, karena orang-orang yang mendekat ke Mina setelah kembali dari Arafah. Pendapat lain mengatakan bahwa tatkala Nabi Adam turun ke bumi, dia tidak mendekat kepada Siti Hawa yang mendekat kepadanya hingga keduanya pun saling mengetahui keberadaan pasangannya di Arafah, kemudian mereka berkumpul di Muzdalifah, sehingga dinamakan jama’ dan Muzdalifah, yaitu tempat bermalam jamaah haji dan tempat melaksanakan shalat jama’ apabila mereka telah berpulang dari Arafah. Muzdalifah adalah daerah yang terletak diantara tengah Wadi Muhassir dan dua Ma’zim Arafah, bisa dikatakan juga Mas’aril Haram dan tempat Imam melaksanakan shalat jama’ Maghrib, Isya dan shalat subuh.

Sebagian ulama mengatakan “Mas’aril Haram hanya satu tempat di Muzdalifah dan bukan seluruh wilayahnya, dalam hadist Jabir terdapat keterangan yang menunjukan bahwa setelah Nabi Muhammad SAW singgah di Muzdalifah untuk melaksankan shalat subuh, lalu beliau menunggangi Qushwa (Unta Nabi Muhammad SAW) hingga tiba di Mas’aril Haram, beliau menghadap kiblat dan berdo’a, bertakbir, bertahlil, serta mengagungkan nama Allah SWT.

Bermalam di Muzdalifah hukumnya wajib, maka siapa saja yang meninggalkannya diharuskan membayar Dam (Denda),dan di anjurkan untuk mengikuti jejak Rasulullah SAW yaitu bermalam hingga memasuki waktu shalat subuh, kemudian berhenti hingga fajar menguning, namun tidak ada salahnya untuk mendahulukan orang-orang yang lemah yaitu kaum perempuan. Keterangan ini dijelaskan seacara detail dalam ilmu Fiqih tentang pembahasan ibadah Haji dan Umrah.

Muhassir merupakan tempat dimana seseorang diharuskan untuk berjalan cepat, yaitu sebuah lembah yang terletak antara Mina dan Muzdalifah yang sesuai dengan batasnya, Muhassir juga disebut al-Muhallal, sebab setibanya di tempat ini jama’ah haji harus bertahlil dan mempercepat perjalanan mereka di lembah ini. Anjuran berjalan cepat di tempat ini berdasrkan perbuatan Nabi Muhammad SAW, beliau berjalan cepat Karena tempat ini merupakan tempat berlindungnya para Syetan, oleh karena itu jama’ah haji di anjurkan untuk bergegas meninggalkannya.

Mengapa kita harus ber-Umroh?

Setiap orang pasti merindukan tanah suci, apalagi Ka’bah di tanah haram Mekkah. Di tempat tersebut ada dua aktivitas ibadah yang mulia yaitu umrah dan haji. Untuk umrah sendiri bisa dilakukan setiap saat. Sedangkan haji hanya khusus di bulan haji, bulan Dzulhijjah.
Umrah sendiri memiliki beberapa keutamaan, diantaranya :
  1. Menghapus dosa di antara dua umrah.
Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا ، وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ
“Antara umrah yang satu dan umrah lainnya, itu akan menghapuskan dosa di antara keduanya. Dan haji mabrur tidak ada balasannya melainkan surga.” (HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349)
  1. Umrah menghilangkan kefakiran dan menghapus dosa.
Dari Abdullah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِى الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ وَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَلَيْسَ لِلْحَجَّةِ الْمَبْرُورَةِ ثَوَابٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ
“Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga.” (HR. An Nasai no. 2631, Tirmidzi no. 810, Ahmad 1/387. Kata Syaikh Al Albani hadits ini hasan shahih)
  1. Umrah adalah jihad sebagaimana ibadah haji.
‘Aisyah berkata,
قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ عَلَى النِّسَاءِ جِهَادٌ قَالَ « نَعَمْ عَلَيْهِنَّ جِهَادٌ لاَ قِتَالَ فِيهِ الْحَجُّ وَالْعُمْرَةُ ».
“Wahai Rasulullah, apakah wanita juga wajib berjihad?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Iya. Dia wajib berjihad tanpa ada peperangan di dalamnya, yaitu dengan haji dan ‘umroh.” (HR. Ibnu Majah no. 2901, hadits ini shahih sebagaimana kata Syaikh Al Albani). Ibadah mulia ini pun dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat baik tatkala beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam masih hidup atau pun ketika sudah tiada. Ini pun menunjukkan kemuliaan ibadah tersebut.

Sumber: Go Umroh

Marketing Plan Go Umroh

Ingin lebih tahu tentang Go Umroh? Silahkan ikuti slides marketing plan berikut.


Keberangkatan Jakarta

Assalamualaikum wr wb

Anda tinggal di Jakarta, atau punya calon jamaah yg berdomisili di Jakarta ? Namun masih bingung
mau pilih travel mana. Jangan bingung lagi, SHAFIRA Tour Travel telah membuka kesempatan bagi jamaah yg akan berangkat dari Jakarta. Anda bisa pilih paketnya dan pilih tanggal keberangkatannya.

Nikmati perjalanan ibadah suci anda bersama SHAFIRA Tour Travel yang Terbesar & Terbaik.
EXCELLENT SERVICE FOR EXCELLENT PEOPLE

Hubungi Mitra Terpercaya Go Umroh dan PT Shafira Tour & Travel:
Nama : Ust. DR. H. M. THOHIR MUNAWAR
Pembimbing Umroh & Haji Plus PT Shafira Tour 
Mobile Agent Go Umroh ID: THOHIR17Y12
HP/WA: 087883846664-08123146664 
PIN BBM: 76454462. Website : www.goumroh.id      

Kenapa Harus Join Go Umroh?

Banyak Keuntungan yang didapatkan ketika menjadi Mobile Agent Goumroh, antara lain :
1. Mendapatkan Lisensi Keagenan Umroh Haji by SHAFIRA Tour Travel, penyelenggara Umroh  Haji Terbesar & Terbaik, yg berpengalaman lebih dari 16 tahun dan banyak mendapatkan penghargaan di tingkat Nasional & Internasional.
Hak usaha berlaku seumur hidup dan dapat diwariskan.

2. Mendapatkan Lisensi Q Marketing Azaria, sistem pemasaran yg terbukti mencetak ribuan orang berpenghasilan puluhan juta per bulan.

3. Mendapatkan Reward Umroh Gratis & terdaftar Haji Plus.
Reward bisa dialihkan untuk orang lain.

4. Mendapatkan Fitur Bisnis PPOB, mendapatkan CASH BACK dari setiap transaksi, mendapatkan HARGA AGEN untuk pulsa yang sangat murah.
- Pembayaran PLN
- Pembayaran PDAM
- Pembayaran BPJS
- Pembayaran Token Listrik
- Pembelian Pulsa
- Pembayaran Tv Berlangganan

5. Fitur Online Ticket, melayani pembelian tiket pesawat.
Agen Goumroh mendapatkan keuntungan 3-7% dari harga dasar tiket pesawat.

6. Mendapatkan Toko Online Perlengkapan & Oleh-Oleh Umroh Haji, dengan harga reseller.
- Baju Ihram
- Sajadah
- Mukena
- Trolley
- Air Zam-Zam
dsb

7. Mobile Aplikasi Go-Umroh dengan fitur yang komplit
- Pendaftaran Jamaah
- Login Mobile Agent Goumroh
- Menu komisi & bonus
- Store untuk transaksi belanja online
- Paket Umroh
- Gallery
dsb

8. Voucher Umroh by Shafira Tour senilai 1,5 Jt yg bisa dipakai ataupun dijual, dengan masa berlaku 2 tahun.
Voucher Umroh berlaku sebagai Diskon dengan memilih paket umroh reguler maupun umroh plus by Shafira Tour.

9. Souvenir bisa dipilih salah satu :
 - Tas Kulit Eksklusif
-  Trolley Cabin
-  Skincare Premium Azaria yang sangat cocok digunakan saat umroh atau haji.
Ginseng Stemcells dapat mengaktifkan sel-sel induk kulit dan menangkal radikal bebas serta memulihkan kulit yang iritasi akibat radiasi UV.

10. Memiliki bisnis Travel Umroh Haji sendiri dengan Potensi Income Tidak Terbatas, beromset Milyaran.
Setiap mereferensikan jamaah umroh mendapatkan ujroh 1 juta + 1 poin tabungan umroh haji plus.

11. Poin Tabungan Umroh dan Haji Plus, yang bisa diradeem kapan saja, tanpa batasan waktu.
- Umroh Reguler mulai dari 30, 35, dan 50 Poin
- Umroh + Dubai 62 Poin
- Umroh + Kairo 62 Poin
- Umroh + Turkey 66 Poin
- Umroh +Agsho Yordan 69 Poin
- Umroh + 6 negara Eropa 99 Poin
- Terdaftar Haji Plus 88 Poin

CARA BERGABUNG :
1. Paket Keagenan GoUmroh Rp.3,5 Juta
2. Paket Umroh Bundling, umroh + otomatis sebagai Agen Goumroh

- Paket Jannah, mulai Rp. 23,9 Juta
Hotel *3 , pesawat Saudi Arabia Airlines, langsung Madinah, 9 hari

- Paket Safa, mulai Rp. 26,5
Hotel *3 *4, pesawat Saudi Arabia Airlines, langsung Madinah, 9 hari

- Paket Marwah, mulai Rp. 36,5 Juta
Hotel *5, pesawat Garuda, langsung Madinah, 10 hari

- Paket umroh bundling juga termasuk UMROH PLUS, bisa pilih destinasi negara anda.
- Bebas memilih tanggal keberangkatan, dengan banyak pilihan tanggal keberangkatan.

DIDUKUNG OLEH SUPPORT SYSTEM YANG HANDAL
- Mengadakan Goumroh Academy
- Menyediakan Marketing Tools
- Mengadakan Seminar dan Gathering

TIDAK CUKUP HANYA MENUNGGU PANGGILANNYA UNTUK KE BAITULLAH
RENCANAKAN PERJALANAN IBADAH SUCI ANDA BERSAMA GO-UMROH

MELANGKAHLAH...

SEGERA DAFTARKAN DIRI ANDA SEKARANG JUGA !

Hubungi Mitra Terpercaya GO UMROH:
Nama : Ust. DR. H. M. THOHIR MUNAWAR
Pembimbing Umroh & Haji Plus PT Shafira Tour 
Mobile Agent Go Umroh ID: THOHIR17Y12
HP/WA: 087883846664-08123146664 
PIN BBM: 76454462. Website : www.goumroh.id                       

Dunia Telah Berubah

Assalamualaikum Wr Wb

Semua berubah, yang hakiki hanya perubahan itu sendiri. Dunia bisnis pun selalu dinamis, yang tidak
mau berubah akan tergilas oleh kemajuan jaman. Anda ingat Nokia? Blackberry? Atau yang sangat lekat dalam ingatan kita adalah bluebird group taxi nasional. Kurang besar apa dia? Kurang berkuasa gmn? Dengan armada baru yg segitu banyaknya, SDM yg terlatih dan berseragam, pool dimana mana, call center yg banyak. Semua akan bilang betapa kuatnya group taxi tsb. Tapi begitu inovasi kecil bernama uber datang, raksasa ini jadi kaget, dia tidak terima, tapi tetap kalah oleh yg namanya teknologi dan inovasi.

Dari sana menjadi concern SHAFIRA. Banyak yg bilang Shafira sudah besar, terkenal, jamaahnya banyak. Tapi kita tidak mau terlena. Kita ingin sistem pemasaran kami bukan dengan cara2 yg konvensional. Iklan di koran, tenaga marketing yg handal, iklan di radio, brosur dan sebagainya, itu tidak cukup. Kami ingin pemasaran shafira dengan teknologi informasi modern yaitu internet, online marketing. Dimana setiap orang yang mau , bersama-sama Shafira menjadi agen penjualan produk produk Shafira. Mimpi kami, jualan umroh semudah anda booking tiket di Traveloka. Semudah anda booking hotel di Agoda. Semua dalam genggaman.
"The World Is In Our Hand"

Akhirnya ketemulah kami dengan orang orang muda luar biasa di Azaria yg memungkinkan kami memiliki sistem pemasaran yg luar biasa. Dimana semua rakyat Indonesia atau seluruh dunia dihubungkan oleh satu sistem pemasaran umroh Shafira yg disebut GOUMROH.

Anda bisa umroh berkali-kali. Siapapun anda, asalkan muslim atau muslimah. Seakan-akan anda pemilik sebuah travel umroh, anda bisa jadi kaya raya sekaya pemilik travel umroh hanya dengan menjadi agen pemasaran umroh Shafira, pemilik toko online perlengkapan dan oleh2 umroh haji dan berbagai benefit lainnya.

Caranya bagaimana?
1. Daftar sebagai Mobile Agent Goumroh Rp. 3,5 juta, dan jalankan bisnisnya. Tawarkan Keagenan Shafira kepada teman dan sahabat tercinta atau
2. Tawarkan paket2 umroh Shafira ke khalayak dengan memilih paket berikut :
- paket Jannah harga mulai Rp. 23,9 juta
- paket Safa harga mulai Rp. 26,5 juta
- paket Marwah harga mulai Rp. 36,5 juta
 Reward akan datang berupa kesempatan umroh berkali kali kali, terdaftar haji plus, dan yg pasti income yg luar biasa.

Wassalamualaikum wr wb
Lulu indahsyah
Komisaris Shafira Tour & Direktur Utama GoUmroh

Hubungi Mobile Agent (ID: THOHIR17Y12) & Mitra Terpercaya kami
Nama : Ust.Dr. H. M. Thohir Munawar 
Pembimbing Umroh & Haji Plus PT Shafira Tour 
HP/WA: 087883846664-08123146664 
PIN BBM: 76454462
Website : www.goumroh.id

Rukun/Fardlu Umrah

1. ihram. 
Memakai pakaian ihram, bagi laki laki adalah terdiri dari 2 lembar kain yang tidak berjahit. 1 helai melilit mulai pinggang sampai bawah lutut. sehelai lagi diselempangkan mulai dari bahu kiri kebawah ketiak kanan. Jamaah umroh laki-laki  tidak boleh mengenakan celana, kemeja, tutup kepala dan juga tidak boleh menutup mata kaki. Penjelasan hal dilarang selama umroh ada di bagian bawah artikel.
Bagi wanita pakaian ihram lebih bebas tetapi disunatkan yang berwarna putih, yang penting menutup seluruh tubuh, kecuali wajah dan telapak tangan mereka, yang penting tidak ada jahitan. Lengan baju mesti sepanjang pergelangan tangan Kerudung yang digunakan harus panjang, tidak jarang serta menutupi bagian Dada Baju, gaun atau rok harus sepanjang Tumit Memakai Kaos kaki Sepatu sebaiknya tidak bertumit dan terbuat dari karet.
2.Tawaf
Adalah mengelilingi Baitulloh/kabah 7 kali
3.Sai.
Sai dilakukan dari sudut shafa menuju Marwah (dihitung satu kali) dan dari Marwah kembali ke Shafa dihitung satu kali.
Semuanya dilakukan tujuh kali putaran. Sai berawal dari shafa dan akan terakhir di marwah.
4.. Tahalul. 
Tahalul artinya bercukur sebagian dari rambut di kepala. biasanya dikerjakan setelah selesai sai, tanda bahawa kita telah sempurna melakukan umroh.
5.Tertib
Melakukan rangkaian rukun dari urutan ke 1 sampai ke 4 berurutan, tidak boleh mendahulukan satu dari yang lain.

Syarat Umrah

Berikut ini beberapa syarat umrah:
1. Islam
ibadah umroh ini merupakan salah satu ibadah dalam agama islam. Berumrohpun memang bagi orang islam yang mampu, sedangkan bagi orang non muslim tentu saja hal ini tidak disyariatkan.
2. Berakal
Umroh disyariatkan bagi muslim yang berakal sehat. Tidak diperintahkan umroh bagi orang gila dan tidak sah umroh yang dilakukan oleh orang gila.
3. Istitaah
Istitaah artinya mempunyai kemampuan dari segi fisik, biaya maupun keamanan.
4. Baligh
Telah mencapai usia Baligh adalah salah satu rukun umroh. Oleh karena itu anak kecil yang belum baligh tidak disyariatkan melaksanakan umroh.
5. Merdeka.
Bukan dari salah seorang dari hambah sahaya (budak)  karena ibadah umroh ini memerlukan waktu yang panjang yang dikahawatirkan kepentingan tuannya akan terbengkalai.

Waktu Umrah

Kapan ibadah umrah dapat dilaksanakan? dalam hal ini tidak ada batasan waktu tertentu. Umrah dapat dilakukan kapan saja.

العمرة إلى العمرة كفارة لما بينهما والحج المبرور ليس له جزاء إلا الجنة (متفق على صحته
Dari Abu Hurairah radhiyallahu‘anh berkata, “Sesungguhnya Rasûlullâh shallallahu’alaihiwasallam bersabda, “Umrah satu ke Umrah lainnya adalah penebus dosa antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada pahala baginya selain Surga.”

Jadi, umrah dapat dilakukan hari apa saja dan bulan kapan saja. Khalifah Umar bin Khattab mengatakan dapat melakukan umrah di setiap bulan.


Keutamaan Umrah

Keutamaan umrah disebutkan dalam beberapa hadits seperti dikutip oleh rumahsyo.com sebagai berikut.
1. Umrah adalah jihad sebagaimana ibadah haji.
‘Aisyah berkata,
قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ عَلَى النِّسَاءِ جِهَادٌ قَالَ « نَعَمْ عَلَيْهِنَّ جِهَادٌ لاَ قِتَالَ فِيهِ الْحَجُّ وَالْعُمْرَةُ ».
“Wahai Rasulullah, apakah wanita juga wajib berjihad?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Iya. Dia wajib berjihad tanpa ada peperangan di dalamnya, yaitu dengan haji dan ‘umroh.” (HR. Ibnu Majah no. 2901, hadits ini shahih sebagaimana kata Syaikh Al Albani).
2. Menghapus dosa di antara dua umrah.
Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا ، وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ
“Antara umrah yang satu dan umrah lainnya, itu akan menghapuskan dosa di antara keduanya. Dan haji mabrur tidak ada balasannya melainkan surga.” (HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349)
3. Umrah menghilangkan kefakiran dan menghapus dosa.
Dari Abdullah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِى الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ وَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَلَيْسَ لِلْحَجَّةِ الْمَبْرُورَةِ ثَوَابٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ
“Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga.” (HR. An Nasai no. 2631, Tirmidzi no. 810, Ahmad 1/387. Kata Syaikh Al Albani hadits ini hasan shahih)

Umrah Shafira Plus Aqsa: Berburu Maghfirah dan Seperempat Pahala Masjid Nabawi

Oleh: Ust. Dr. Muhammad Thohir
Setelah sampai di Hotel di Jantung Kota Yerusalem Timur, rombongan Jamaah Umrah Shafira Plus Aqsa langsung bergegas menuju Masjid al-Aqsa. Perjalanan ke masjid suci ketiga  umat Islam itu harus dilakukan dengan jalan kaki, melewati lorong-lorong jalan menembus benteng yang memagari kompleks Al-Aqsa.
Setelah 15 menit, sampailah rombongan Shafira di pintu gerbang kompleks Al-Aqsa. Terlihat dua polisi Israel berjaga di sisi luar pintu, dan dua polisi Paletina di sisi dalam pintu.  Saat mendekati pintu, kami ditanya polisi Israel, “Where do you come from?”  “We are Indonesian Moslem.” Jawab kami.
Setelah itu rombongan dipersilahkan masuk. Kami mengucap salam kepada polisi palestina dan dia menjawab dengan semangat, “Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Ahlan!”  Guide yang menyertai kami pun lalu menerangkan beberapa bagian-bagian penting yang ada di kompleks Masjidil Aqsa. 
Bagi yang pertama kali memasuki kompleks Masjidil Aqsa, ada berkecamuk gelombang rasa antara bahagia dan sedih. Bahagia karena kami dapat mengunjungi Masjid Suci ketiga umat Islam. Sedih karena kondisi kompleks Masjid yang minim perawatan. 
Setelah mendengarkan paparan guide yang ramah, rombongan Shafira dipersilahkan masuk ke Masjid Kubah Emas untuk shalat jamak dhuhur dan ashar. Selesai shalat, seorang jamaah bertanya kepada kami, “Manakah sebenarnya Masjid Al-Aqsa dan apa fadilahnya?”.
Kami pun menjelaskan, “Dalam kitab “Al-Anas Al-Jalil yang menerangkan sejarah panjang Baitul Maqdis, Mujiruddin Al Hanbali, disebutkan bahwa keseluruhan bagian yang ada dalam kompleks termasuk masjid-masjid, ruwaq-ruwaqnya (mihrab) dan bangunan lainnya sampai batas dinding pembatas merupakan kompleks suci Al-Aqsa. Di dalamnya,  ada dua masjid yang paling besar, yaitu Masjid Qubbah as Shakhrah (Dome of The Rock) dengan kubah emas yang menjulang megah menatap langit. “
Lalu di mana Masjid al-Aqsanya?” sambung seorang jamaah.
Saya pun lalu menunjuk ke sisi bagian selatan.  Sekitar 80 meter dari posisi kami berdiri, terlihat sebuah bangunan masjid kuno namun tetap berdiri kokoh dengan Kubah Hitam.
Saya lalu mengutip sabda Nabi  saw bahwa beliau pernahpernah bersabda, barang siapa yang shalat di Masjid al-Aqsa akan diampuni dosa-dosanya dan mendapat seperempat pahala Masjid Nabawi. Demikian haits riwayat Ibrohim bin Thohman Al-Khurosaniy yang disahihkan oleh Al-Albaniy dalam kitabnya, “Ash-Shohihah”.
Spontan, Jamaah Umrah Shafira Plus Aqsa bergegas menuju Masjid yang konon berkapasitas 400.000 jamaah itu dengan penuh semangat dan suka cita. Alhamdulillah, rombongan Jamaah Umrah Shafira Plus Aqsa dapat menuaikan shalat maghrib dan isya di sana. Sementara shalat subuh berjamaah, juga diantar kembali ke Masjid al-Aqsa oleh Tour Leader  Shafira.
Semoga Allah memberikan ampunan atas segala dosa dan menerima pahala mereka.

Sakit, Kok Lupa Ya?

Malam itu, pesawat GA 329 mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Soekarno Hatta tepat pukul 22.10 wib. Jamaah umrah Shafira terlihat secara tertib turun dari pesawat Garuda itu. Setelah paspor masing-masing dibagikan, mereka menuju loket pemeriksaan keimigrasian. Sementara bagasi mereka secara bersamaan dibantu check in oleh petugas Shafira Tour ke pesawat berikutnya yaitu SV 2697 Saudi Arabia Airlines.
Tak terasa, proses imigrasi telah selesai. Saya lalu mencoba melihat jam tangan, jarum menunjuk pukul 23.15 wib. Padahal, jadwal keberangkatan pesawat SV 2697 pada pukul 03.50 wib. “Wah, masih panjang nunggunya.”kata saya dalam hati. Sebagai ketua rombongan dan pembimbing (tour leader), saya pun mengarahkan jamaah Umrah Shafira untuk menggunakan kesempatan waktu yang ada, baik untuk istirahat, shalat isya, atau jalan-jalan menikmati suasana bandara.
“Ustadz, tolong saya!” tiba-tiba seorang jamaah menyapa saya dengan suara merintih. Wajahnya terlihat begitu pucat. “Apa yang bisa saya bantu pak?” Tanya saya. Sambil memegangi perutnya, dia berkata, “Perut saya sakit! Sakit sekali. Sebetulnya, 2 hari sebelum berangkat saya ini sakit diare. Saya sudah periksa dokter dan sudah dibawakan obat. Hanya, saat ini sakitnya muncul lagi. Saya barusan sudah ke toilet. Tapi ini malah lebih sakit ustadz..! Tolong saya carikan dokter…”  
“Tenang pak…, bapak sudah ikhtiar. Bapak kan sudah bawa obat. Sekarang yang bapak butuhkan adalah Allah. Bapak ambil air putih, minta kepada-Nya, berdoa supaya sakit itu minggat dan minum airnya. Insyaallah pak, nanti akan sembuh.” Kata saya sambil menyentuh bagian perut yang dia katakan sakit. Bapak yang berprofesi sebagai dosen hokum di salah satu perguruan tinggi negeri di Surabaya itu pun berlalu menuju keluarganya tanpa ekspresi.
Entah, apa yang sedang dipikirkannya. Apa dia mau menuruti kata-kata saya atau kecewa dengan kata-kata saya, saya gak tahu pasti. Namun, andai dia kecewa, saya bisa memahami. Sebab, mungkin pengaruh dari profesi yang selalu mendahulukan fakta dan bukti hukum, maka dia mikirnya adalah dia sakit dan dia butuh dokter. Cuma, nyari dokter di ruang tunggu bandara saat dini hari juga bukan perkara mudah.
Akhirnya, jam keberangkatan tiba. Semua jamaah umrah mengantri menuju kursinya masing. Perjalananan itu menyita waktu selama 9 jam dan langsung turun di Bandara Madinah al-Munawwarah. Proses imigrasi pun lancer, dan tanpa terasa semuanya sudah berada dalam hotel Royal Dyar dan sebagian di Moventpick yang tepat di depan Masjid Nabawi. Hari pertama, semua jamaah melakukan ibadah mandiri dan malamnya terjadwal mengunjungi Raudlah.
Keesokan harinya, saya bertemu dengan jamaah yang sebelumnya saat di Bandara Jakarta mengeluh sakit luar biasa. Saya pun mendekatinya. “Assalamualaikum, apa kabar pak?” sapa saya. “Waalaikumsalam.. Wah, Ustadz! Alhamdulillah baik.” Katanya ceria. Saya pun penasaran dan lalu menanyakan perihal sakit sebelumnya yang dia derita, “Hem.. maaf, bagaimana pak, apa perutnya masih terasa sakit.”
Dia seperti terkejut mendengar pertayaan saya. Sambil tersenyum, lalu dia berkata, “Ya Allah, kok sampai lupa kalau saya sebelumnya sakit. Saat turun menginjakkan kaki di Kota Nabi ini kemarin, saya tidak merasakan itu lagi ustadz. Alhamdulillah, terima kasih ya Allah…” katanya sambil matanya berkaca-kaca. Saya pun bersyukur dengan apa yang saya lihat. Allah telah memberikan rahmat-Nya bagi para tamu-Nya. Subhanallah! [mt]

Rahasia Menikmati Menu Hotel Saat Umrah


Menu hotel kan biasanya enak-enak. Kok pakai judul rahasia menikmati menu hotel segala? Mungkin sepintas ada pikiran seperti itu di benak pembaca. Untuk mengerti mengapa saya memakai judul di atas, mari tulisan ini dibaca lebih lanjut. Saat dua hari setelah sampai di Madinah, beberapa jamaah sudah secara terbuka mengeluhkan menu soal makanan hotel. Sebagai pembimbing umrah, saya pun berusaha menenangkan mereka. Sebab, yang dikeluhkan itu bukan karena basi, bukan pula karena menu murahan. Menu hotel itu adalah sajian dari paket VIP yang sesuai standar hotel. Lalu, apa sih yang dikeluhkan mereka?

“Ustadz, menunya tidak beradab!” keluh seorang ibu kesal. “Kok bisa ada menu gak beradab? Maksudnya apa bu?” Tanya saya menyelidik, sambil menahan tawa. Kok makanan saja sampai disebut-sebut tidak beradab. “Karena semua makanan di sini menunya bukan menu Indonesia. Gak punya perasaan tuh yang bikin makanan. Kita kan orang Indonesia!” sahutnya emosional. Memang, masakan yang disajikan hotel bintang lima di Madinah rata-rata bukan menu Indonesia. Menu yang disajiian biasanya adalah khas Arab, India, Turki dan Eropa. Sedikit beda dengan musim haji, karena hotel kadang berkompromi menyediakan menu Indonesia selama bulan haji.

Di antara mereka, ada juga yang mengeluhkan sakit. Dia adalah seorang anak yang juga ikut umrah bersama ayah ibunya. Menurut keterangan Ayahnya yang seorang dosen fakultas hokum di Unair itu, anaknya gak mau makan, sehingga drop fisiknya. Dia juga terserang flu. Uniknya, ada dua orang anak lainnya yang dalam pengamatan saya selalu terlihat ceria dan bersemangat mengikuti rangkaian ibadah umrah.

Kedua anak yang masih duduk di bangku kelas 1 SMP dan kelas 5 SD itu juga terlihat bugar.
Kedua anak itu selalu menikmati setiap menu sajian hotel bintang lima itu. Mereka ikut umrah bersama ayah ibunya yang seorang PNS di lingkungan Pemkab Malang. Karena penasaran, lalu saya bertanya kepada ayahnya. “Pak, mengapa kok anak-anak terlihat selalau ceria dan sangat menikmati sajian makanan hotel yang ada? Bukankah sebagian yang lain pada mengeluhkannya?” Tanya saya. Ayah itu sempat kaget mendengar pertanyaan saya. Sepertinya dia tidak menduga, kalau saya bertanya seperti itu.

Setelah sedikit menarik nafas, dia pun tersenyum sambil berkata, “Ustaz, sebelum berangkat, saya ajari anak-anak untuk ikhlas dalam menerima apa pun yang akan diperoleh selama perjalanan umrah ini. Kalau soal makanan, sebenarnya anak-anak juga tak biasa makan menu-menu seperti itu. Saya hanya bilang, kita sedang bertamu kepada Rasulullah. Dan, inilah semua yang dihidangkan oleh Rasulullah kepada kita. Lalu soal bukan menu Indonesia, saya bilang kepada mereka, bahwa kita ini sedang berwisata kuliner macanegara. Saya ajak mereka mencicipi semuanya.”jelas dia.

Saya tidak menyangka, dia begitu bijaksana dalam menyikapi masalah menu hotel. Dia sudah menyiapkan bagaimana cara pikir anak-anak dan isterinya yang lebih positif dalam menerima menu-menu yang disajikan hotel jauh sebelum mereka berangkat ke tanah suci. Bapak dua anak ini mengajari kita bagaimana membangun positive frame secara cerdas, tanpa harus mengurangi nilai-nilai spiritual yang sarat dalam perjalanan umrah.  Nah, saudaraku kaum muslimin sekalian, semoga kita dapat mengambil hikmah paparan ini. Semoga kita juga dapat menyusul dan menjadi tamu Allah dengan menjalan ibadah haji dan umrah secara lebh khusu' dan mabrur, sekaligus menjadi tamu Rasulullah di kota suci Madinah Al-Munawwarah, amin.

Rahasia Masjid Quba

Masjid Quba adalah mesjid yang dibangun atas dasar takwa (Surat At Taubah:108). Ia adalah masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah saw. pada tahun 1 Hijriyah atau 622 Masehi di Quba, sekitar 5 km di sebelah tenggara kota Madinah.

Menurut deskrpisi wikipedia, meskipun sangat sederhana, masjid Quba boleh dianggap sebagai contoh bentuk dari pada masjid-masjid yang didirikan orang di kemudian hari. Bangunan yang sangat bersahaja itu sudah memenuhi syarat-syarat yang perlu untuk pendirian masjid. Ia sudah mempunyai suatu ruang yang persegi empat dan berdinding di sekelilingnya.
Di sebelah utara dibuat serambi untuk tempat sembahyang yang bertiang pohon korma, beratap datar dari pelepah dan daun korma, bercampurkan tanah liat. Di tengah-tengah ruang terbuka dalam masjid yang kemudian biasa disebut sahn, terdapat sebuah sumur tempat wudhu, mengambil air sembahyang. Kebersihan terjaga, cahaya matahari dan udara dapat masuk dengan leluasa.
Masjid ini memiliki 19 pintu. Dari 19 pintu itu terdapat tiga pintu utama dan 16 pintu. Tiga pintu utama berdaun pintu besar dan ini menjadi tempat masuk para jamaah ke dalam masjid. Dua pintu diperuntukkan untuk masuk para jamaah laki-laki sedangkan satu pintu lainnya sebagai pintu masuk jamaah perempuan. Diseberang ruang utama mesjid, terdapat ruangan yang dijadikan tempat belajar mengajar.
Dan rahasia berkunjung dan shalat sunnat di masjid tertua ini adalah, orang yang melakukannya akan mendapat pahala senilai umrah. 

Yusuf Mansur: Berangkat Haji Berkat Sedekah


JurnalHaji.Com | Pendiri Daarul Qur’an Internasional School, Ustadz Yusuf Mansur, mengaku pernah lupa bahwa manusia tak boleh memastikan sesuatu yang belum terjadi. Yusuf berkisah, pada 1990 lalu, ia yakin dan telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk menunaikan ibadah haji.
Namun, menjelang hari pemberangkatan ia memliliki masalah sehingga batal ke Tanah Haram. Begitu pula pada tahun 2003. Saat itu, Yusuf kembali memiliki segala persiapan untuk berangkat ke Arab Saudi. Namun karena terganjal masalah keluarga, lagi-lagi ia batal untuk menunaikan ibadah haji.
”Astaghfirullah. Saya pernah lupa sudah merasa yakin dan memastikan hal yang belum terjadi. La haula wala quwwata illa billah,” ujarnya.
Tahun 2005, media massa kerap menggunakan gelar haji yang melekat pada dirinya. ”Padahal waktu itu saya belum berhaji. Alhamdulillah, itu saya anggap sebuah doa,” ujarnya. Ia pun sengaja tidak mengklarifikasi masalah itu karena gelar haji memotivasinya untuk terus memohon agar Allah mengijzinkannya berhaji.
Setahun kemudian, sebuah travel terkemuka menawarkan dirinya untuk menunaikan ibadah haji secara gratis. Ia pun diamanahkan untuk menjadi pimpinan rombongan. Ia sempat menolak lantaran belum pernah menunaikan haji. Namun pihak travel terus mendesak ustadz yang pernah keranjingan balap motor ini.
Akhirnya, ia pun setuju dan iklan pun dipajang untuk mengajak masyarakat berangkat haji bersamanya. Pendaftaran para calon jamaah haji pun mengalir. Antusias masyarakat yang ingin pergi bersamanya begitu tinggi.
Tapi Allah masih berkehendak lain. Menjelang pemberangkatan, pihak travel membatalkan dengan alasan jika belum berhaji tidak diizinkan memimpin rombongan. Akhirnya, pihak travel menawarkan dirinya menjadi jamaah lebih dulu, dan tahun berikutnya menjadi pemimpin rombongan.
Tapi tawaran tersebut tak lagi gratis namun mendapat diskon hampir setengah harga. Pria kelahiran Jakarta, 19 Desember 1976 ini mengaku sempat menangis. Bukan karena biaya gratis yang dibatalkan. Ia khawatir merasa membohongi masyarakat dan membuat kecewa banyak calon jamaah.
Namun, ia lebih sedih lantaran Allah tak jua memanggilnya untuk ke Tanah Suci. Ayah empat putra tersebut hampir saja khilaf dan memarahi pimpinan travel. Tapi ia terus bersabar dan bertawakal. Penggarap juga pemain film Kun Fa Yakun ini sempat pesimis dirinya takkan pernah berhaji. Yusuf sempat trauma membicarakan masalah haji, tapi kemudian bangkit lagi. Ia kemudian menyerahkan keinginan mulianya kepada Sang Khalik.
Di tengah kondisi yang kurang mengenakkan, tiba-tiba seorang sahabatnya dari luar kota datang dan hendak meminjam uang sebesar Rp 40 juta. Uang tersebut akan digunakan sahabatnya memberangkatkan saudaranya ke Tanah Suci. Karibnya itu memberi jaminan sebuah mobil tua yang kalau dijual harga tertingginya sekitar Rp 30 juta.
”Subhanallah walhamdulillah, karena saya sering menyuruh orang untuk bersedekah, saya diuji bertubi-tubi,” ujarnya. Dengan kesabaran dan keikhlasan, ia pun memberikan uang tersebut kepada kawannya. Sedangkan mobil tua itu ia biarkan saja.
Yusuf sempat bertanya pada Allah tentang hikmah apa yang ada di balik semua ujian kegagalannya berhaji. Setelah pendaftaran haji 2006 ditutup, ia pun pasrah. Tapi di luar dugaan, ia bertemu dengan seorang Habib keturunan Arab yang mengajaknya makan siang.
Di akhir pertemuannya, sang Habib menanyakan kapan berangkat haji. ”Saya cuma katakan, tidak jadi berangkat. Tidak punya uang,” ujar Yusuf.
Allah kemudian menunjukkan Kuasa-Nya. Di saat pendaftaran haji sudah tutup, ia bersama istrinya justru berangkat ke Tanah Haram. Yusuf pun semakin sadar apa yang ada dalam persepsi manusia tidak sepenuhnya benar. Ia pun semakin merasakan kehebatan sedekah yang luar biasa. ”Allah memiliki skenario terbaik,” tuturnya.

Kisah Nyata: Tukang Becak Naik Haji

Kaskus.Co.Id | Warga Rw 02 Rt 02 Kelurahan Pabean Pekalongan Utara, Tholib (53) alias Carub yang berprofesi tukang becak, berhasil mengumpulkan uang selama 25 tahun, hingga mencapai Rp 42 juta lebih untuk berangkat ke Tanah Suci.
NIAT sepasang suami istri, Carub dan Castin untuk berangkat suci bakal kesampaian, pasalnya pria yang keseharianya menjadi tukang becak dan biasa mangkal di Stasiun Kereta Api Kota Pekalongan itu akan berangkat haji, Sabtu di hari ke 30 Oktober tahun 2012.

Selama menjadi tukang becak dari tahun 1980-an hingga sekarang, Carub mengaku setiap hari mangkal di beberapa tempat untuk untuk menunggu pelanggannya.
Sementara setiap hari ia berangkat pukul 07.00 sampai menjelang sholat Dzuhur ia pulang kerumah untuk menunaikan sholat.
Sekitar pukul 13.00 ia berangkat kembali sampai mendapatkan uang untuk mencukupi kenutuhan keluarga dan menabung, namun kalau belum mendapatkan uang, ia rela pulang sampai pagi hari dan tidur di becak.
Pria yang dikaruniai 6 orang anak dan semua lulus Madrasah Diniyah itu, setiap hari menabung yang disesuaikan dengan penghasilan dari mendorong becak.
Kalau satu hari ia biasanya menyisihkan setengahnya, apabila mendapat uang Rp 20 ribu maka yang ditabungkan Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu, dan sisanya untuk kebutuhan keluarga. Saat mendapatkan uang sedikit, ia rela makan seadanya.
Ia menabung disebuah kotak, setelah terkumpul hingga Rp 1 juta atau lebih, ia menabungkan di bank, dan sekitar sudah terkumpul hingga Rp 21 juta ia baru mendaftarkan untuk naik haji pada tahun 2008 dan untuk mencapai Rp 42 juta ia mengikuti arisan bersama tetangga, satu minggu Rp 50 ribu dan mendapat jutaan.
“Saya mengumpulkan uang sudah ada 25 tahunan lebih disebuah kotak, hasil menjadi tukang becak, setiap hari kadang Rp 5 ribu, hingga Rp 20 ribu, dan itu semua awalnya saya berkhayal untuk naik haji. Namun dengan menyisihkan uang itu setiap hari akhirnya kami bisa berangkat ke Tanah Suci untuk memenuhi rukun ke 5 sebagai umat Islam, sekaligus napak tilas Kanjeng Nabi Muhammad,” ungkapnya.
Rencananya, saat akan berangkat akan dikawal oleh petugas Kepolisian dan diiring oleh ratusan tukang becak dan terbangan dari rumah sampai ke pelataran Pemkot.


Kapan Miqat Zamani Haji


Miqat adalah apa yang telah ditentukan dan ditetapkan oleh syari'at untuk suatu ibadah baik tempat atau waktu. Haji memiliki dua Miqat yaitu Miqat zamani dan makani. Adapun Miqat zamani dimulai dari malam pertama bulan syawal menurut kosensus para ulama, akan tetapi para ulama berbeda pendapat tentang kapan berakhirnya bulan haji. Perbedaan ini terbagi menjadi tiga pendapat yang masyhur yaitu:
  1. Syawal, Dzul Qa'dah, dan 10 hari dari Dzul Hijjah dan ini merupakan pendapat Ibnu Abbas, Ibnu Mas'ud, Ibnu Umar, dan Ibnu Zubair dan ini yang dipilih madzhab hanbali.
  2. Syawal, Dzul Qa'dah, dan 9 hari dari Dzul Hijjah dan ini yang dipilih madzhab Syafi'i.
  3. Syawal, Dzul Qa'dah, dan Dzul Hijjah ini yang dipilih madzhab malikiyah
Adapun yang rajih -والله أعلم- bahwa bulan Dzul Hijjah seluruhnya termasuk bulan haji dengan dalil firman Allah Azza wa Jalla.
الْحَجُّ أَشْهُرُُ مَّعْلُومَاتُُ فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلاَ رَفَثَ وَلاَ فُسُوقَ وَلاَ جِدَالَ فِي الْحَجِّ
"(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi. Barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat kefasikan, dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji". [Al-Baqarah: 197]
Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala.
وَأَذَانٌ مِّنَ اللهِ وَرَسُولِهِ إِلَى النَّاسِ يَوْمَ الحَجِّ اْلأَكْبَرِ أَنَّ اللهَ بَرِىءٌ مِّنَ الْمُشْرِكِينَ وَرَسُولُهُ
"Dan (inilah) suatu pemakluman dari Allah dan Rasul-Nya kepada manusia pada hari haji akbar, bahwa sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyirikin". [At-Taubah: 3]
Dalam surat Al-Baqarah ini Allah berfirman (أشهر) dan bukan dua bulan sepuluh hari atau dua bulan sembilan hari. padahal (أشهر) jamak dari (شهر) dan hal itu menunjukkan paling sedikit tiga bulan dan pada asalnya kata (شهر) masuk padanya satu bulan penuh dan tidak dirubah asal ini kecuali dengan dalil syar'I, maka tidak boleh berhaji sebelum bulan syawal dan tidak boleh mengakhirkan suatu amalan haji setelah bulan Dzulhijjah.

Keagungan Kota Madinah

[Sambungan dari: Kebesaran Kota Mekkah]

Berbeda dengan saat di Mekah, di Madinah suasana cukup berbeda. Madinah merupakan pancaran pembudayaan Islam yang akar-akarnya ada di Mekah. Di Madinahlah Rasulullah mengekspresikan substansi Islam dalam bentuk lahiriah. Sistem Islam ditata Rasulullah dalam kehidupan kemasyarakatan di Madinah.
Itulah sebabnya, datang ke Madinah nuansanya berbeda dari Mekah. Madinah sangat kental rasa kemanusiaannya. Kota nya bersih, masyarakatnya ramah, banyak kebun korma yang alami, terdapat oase, pola keluar masuk jemaah yang teratur antara yang datang dan pergi, dan sebagainya. Sedangkan Mekah terkesan lebih mengesankan keagungan Tuhan Yang Mutlak.

Maka ritus yang dilaksanakan di Madinah pun relatif lebih sedikit. Jemaah hanya melaksanakan salat arbain, yaitu salat berjamaah di Masjid Nabawi. Ritus ini sesungguhnya nyaris sama dengan ibadah harian. Sebab, setiap Muslim disarankan melaksanakan salat berjamaah di masjid, sebagaimana Rasulullah selalu melaksanakan salat fardhu di masjid. Selain melaksanakan salat fardhu, jemaah hanya berziarah ke makam Rasulullah, sahabat Abubakar dan Umar, serta sejumlah sahabat lain di makam Al-Baqi, serta sejumlah malam lain seperti di Gunung Uhud.

Sedangkan ritus yang dilaksanakan di Mekah dan sekitarnya berkaitan dengan kewajiban hamba kepada Penciptanya. Datang dengan berihram, kemudian melaksanakan tawaf, sai, dan wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifan dan Mina, dan terakhir melontar jumrah.

[ Sumber : Jurnal Haji, dipublikasikan ulang oleh kopontrendt.com ]

Kebesaran Kota Mekkah

[Sambungan dari: Rindu Ibadah Haji dan Umrah]

Begitulah kebesaran Kota Mekah, sehingga Allah menjadikan tempat ini sebagai tanah haram atau tanah suci. Itulah sebabnya, di tempat ini tidak boleh terjadi pertumpahan darah. Setiap orang yang berdoa di tanah haram ini juga mustajabah (dikabulkan). Keagungan Kota Mekah terpancar dari keagungan Allah SWT. Dengan kekuasaan Allah, Sang Khalik berkehendak apa pun yang diinginkan-Nya. Pada kenyataannya, dengan Ar-Rahman dan Ar-Rahimnya, Allah menghendaki agar manusia sejahtera dan bahagia, tidak hanya di dunia, tapi bahkan di akhirat.
Allah yang telah menciptakan alam semesta ini, Allah pula yang membuat aturan mainnya melalui hukum alam. Melalui Alquran, Allah mengabarkan kepada manusia bagaimana cara bersahabat dengan alam semesta ini. Manakala terjadi banyak bencana, manusia harus menyadari, hal itu karena manusia tidak mengikuti sistem alam yang menjadi ketentuan Allah.
Melalui ritus haji, Allah menguji siapa di antara umatnya yang beriman. Melalui rukun Islam kelima ini, Allah mengundang hamba-Nya untuk datang menghadap-Nya. Di tanah suci, manusia bisa berdialog dengan Penciptanya, mereka mengadukan nasibnya, meminta ampun atas dosa-dosanya. Kemudian, Allah menawarkan hamba-Nya untuk meminta apa pun yang diinginkannya.
Dengan berdoa, Allah akan mengabulkan semua permintaan hamba-Nya tersebut.
Meskipun berhaji dibandingkan dengan travelling ke luar negeri sama, tapi berhaji secara substantif mempunyai makna yang jauh berbeda. Berhaji adalah kepasrahan diri, datang menghadap Allah dengan apa adanya sebagai manusia. Berhaji justru kita diminta datang oleh Allah sebagai diri kita, manusia. Maka, memasuki Kota Mekah hanya mengenakan dua kain putih tanpa jahitan. Saat wukuf di Arafah pun, Allah pamer dan merasa bangga kepada para malaikat bahwa hamba-Nya datang dengan keadaan dekil.
Makanya, ketika seseorang datang ke menghadap Allah, dia merupakan perjalanan seorang hamba yang menghadap Penciptanya. Maka, mereka datang tanpa atribut apa pun, tanpa memperlihatkan pangkat dan derajat, kecuali kerendahan hatinya. Sedangkan travelling ke luar negeri pada umumnya berkaitan dengan derajat dan pangkat, serta kemewahan. Berhaji ke Mekah berarti kepasrahan manusia kepada Sang Khalik.

[Bersambung ke: Keagungan Kota Madinah]

 
/* muamar-kurosaki.com Likebox Pro FBFan Code Start --------- */